Selamat datang ke dalam duniaku ...
Dunia dimana kau tidak akan bisa keluar begitu menginjakkan kakimu di dalamnya ...
Dunia yang lebih rumit dari pada sebuah labirin ...
Tapi juga bisa dilalui dengan sangat mudah seperti sebuah jalan bebas hambatan ...
Dan dapat begitu menghanyutkan layaknya aliran sungai ...
Kau bisa sangat membencinya sekaligus juga sangat menyukainya ...
Nikmati saja, karena ini adalah duniaku ...

TIPS NULIS #3: RUMUS MENULIS


Hai, kita ketemu lagi di Tips Nulis. Kali ini saya akan membahas mengenai Rumus Menulis. Benar, kalian tidak salah membaca, saya memang menuliskan ‘Rumus Menulis’. Sama seperti pelajaran matematika ataupun fisika, menulis juga mempunyai rumusnya sendiri. Tapi tenang, rumus menulis itu sederhana sekali. Semua orang memang bisa menulis, tapi tidak semua orang bisa bercerita. Agar bisa menghasilkan tulisan yang bisa bercerita, seorang penulis harus memahami rumusnya: 5-W,1-H.

Apa itu 5-W, 1-H?

5-W, 1-H adalah singkatan dari ‘What’, ‘When’, ‘Where’, ‘Who’, ‘Why’ dan ‘How’, di mana keenam kata ini adalah kunci dasar yang harus diperhatikan oleh setiap penulis. Mari kita bahas satu per satu.

‘What’ adalah ‘Apa’ dalam bahasa Indonesia. Sebelum menulis, kita harus tau tema dan konflik apa yang akan kita berikan kepada para tokoh. Biasanya, aspek ini cukup penting dan harus dipikirkan dengan matang. Jangan sampai konflik yang kita hadirkan terlalu dangkal sehingga menyulitkan kita untuk menyampaikan tema yang telah kita pilih. Konflik yang dangkal juga sering kali menjadi penyebab utama seorang penulis tidak bisa melanjutkan tulisannya. Jadi, yakinkan agar tema dan konflik yang kita pilih benar-benar matang, yah.

Kedua adalah ‘When’ atau ‘Kapan’, yang lebih menitik beratkan pada latar belakang waktu kejadian cerita. Jika sudah menentukan tema dan konflik apa yang akan kita angkat, kita juga harus memutuskan kapan kejadian itu berlangsung. Jangan anggap sepele aspek yang satu ini, loh. Soalnya, aspek ini akan dapat mempengaruhi karekter tokoh dan perkembangan konflik mereka. Memilih latar waktu kejadian dan dapat menyampaikan setiap detailnya dengan tepat juga mempengaruhi emosi para tokoh dan pembacanya.

Selanjutnya adalah ‘Where’ yang artinya ‘Di mana’. Jika sebelumnya ‘When’ lebih menekankan pada latar belakang waktu kejadian, maka ‘Where’ menjelaskan lokasi atau tempat kejadian. Aspek ini berhubungan erat dengan latar belakang waktu, di mana keduanya biasanya diputuskan pada saat yang bersamaan. Dan sama seperti ‘When’, ‘Where’ juga berpengaruh pada karakter tokoh dan perkembangan konflik mereka.

Untuk saya pribadi, menetapkan setting lokasi selalu menyenangkan karena kita bisa menggunakan begitu banyak tempat yang kita inginkan baik itu kota, ruangan, sebuah Negara atau bahkan planet mana pun yang kita inginkan. Kita juga bisa menggunakan lokasi yang pernah kita kunjungi atau yang pernah kita lihat di televisi, atau bahkan menciptakan lokasi sendiri sesuai dengan keinginan kita. That was fun! J

‘Who’ adalah ‘Siapa’ yang merupakan aspek selanjutnya yang juga menjadi favorite saya. Aspek ini menitik beratkan pada tokoh-tokoh dalam cerita kita. Sebagai penulis, kita bisa menciptakan karakter tokoh seperti apa pun yang kita inginkan, dengan fisik, sifat atau pun sikap bagaimanapun. Bukankah ini sangat menyenangkan? Tapi jangan sampai membentuk seorang tokoh yang terlalu sempurna sehingga sulit untuk ‘dikalahkan’. Paling tidak, pastikan tokoh yang kita bentuk memiliki sisi manusiawi yang cukup agar tidak terlalu mengada-ada.

Oh iya, karakter tokoh yang kuat juga sangat membantu agar para pembaca dapat terhanyut dalam kisah yang kita tawarkan. Istilahnya, tokoh yang kita ciptakan adalah vokalis band yang selalu dilihat pertama kali oleh para penggemarnya. Jadi, ciptakan tokoh utama kalian dengan cermat, yah!

Aspek selanjutnya menurut saya adalah aspek yang paling penting. ‘Why’ atau ‘Kenapa’ adalah latar belakang konflik yang terjadi terhadap tokoh yang kita ciptakan. Kenapa ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan? Karena dengan latar belakang yang tepat, konflik yang ingin kita sampaikan dapat dihadirkan dengan lebih baik karena para tokohnya memiliki tujuan yang jelas. Aspek ini juga membantu para penulis untuk terfokus pada inti tema.

Dan yang terakhir adalah ‘How’ atau ‘Bagaimana’. Aspek inilah yang mempengaruhi jalan  cerita yang kita susun. Ini menjelaskan bagaimana para tokohnya mengatasi setiap konflik dan berhasil mencapai tujuan perjuangan mereka. Di sini kita bebas menceritakan perjuangan bagaimana yang harus dihadapi tokoh-tokoh kita, bagaimana mereka mengalahkan segala halangan yang ada hingga akhirnya berhasil mencapai kesimpulan dan menjadi tokoh yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

Bagaimana, rumusnya mudah, kan? Kita bahkan tidak perlu menghapalnya karena jika kita sudah sering menulis dan mengasah kemampuan menulis kita, maka keenam aspek ini akan tercipta dengan sendirinya.

Jika kamu merasa belum bisa menerapkan rumus menulis ini atau masih bingung bagaimana menggunakannya, coba susun dulu sebuah tabel sederhana yang berisi keenam aspek ini sebelum kamu mulai menulis. Sebenarnya, keenam aspek ini adalah sebuah kerangka cerita sederhana yang dapat kita gunakan sebagai panduan menulis sehingga materi tulisan kita tidak melebar ke mana-mana. Aspek-aspek ini juga bisa membantu kita untuk merangkum dan me-review kembali buku yang telah kita baca sehingga kita bisa lebih memahami isi buku tersebut dan mempelajari aspek-aspek lainnya.

Benar kan, rumus ini memang ajaib sekali. selain mempunyai begitu banyak keuntungan, juga bisa membantu kita menjadi seorang penulis yang lebih baik lagi. Jadi, tunggu apa lagi? Coba bikin tabel rumus ini dan terapkan kegunaannya saat kita sedang menulis. It’s such a lot of fun! J

Sekian dulu tips nulis kali ini. Seperti biasa, untuk kalian yang mau request tema untuk tips nulis berikutnya bisa menghubungi saya di media social apa saja.

Semoga bermanfaat dan selamat menulis… (^_^)

200412 ~Black Rabbit~