RESIDENT EVIL: THE FINAL CHAPTER

Film yang baru-baru ini saya tonton adalah Resident Evil: The Final Chapter. Sama seperti kelima film sebelumnya, film keenam dari seri Resident Evil yang diadaptasi dari game dengan judul yang sama garapan Capcom ini masih menceritakan kisah mengenai seorang gadis kloning bernama Alice (cast: Milla Jovovich) yang berusaha bertahan hidup dari serangan para zombie kelaparan yang terjangkit T-Virus ciptaan Umbrella Corp. Perusahaan yang sama jugalah yang menjadikan Alice sebagai kelinci percobaan dan yang 'tanpa sengaja' membuat kiamat datang ke muka bumi lebih cepat dari pada semestinya.

Bedanya kali ini Alice mendapat 'bantuan' dari sang musuh bebuyutannya sendiri: Red Queen (cast: Ever Gabo Anderson). Menurut Red Queen, Umbrella Corp. menyimpan satu tabung anti virus yang dapat memusnahkan semua T-Virus yang telah menyebar. Jika Alice ingin menyelamatkan sisa manusia yang masih bertahan hidup, Alice memiliki waktu empat puluh delapan jam untuk mendapatkan tabung yang terdapat di The Hive di Racoon City sebelum T-Virus menguasai dunia. Tapi pekerjaan Alice tidak semudah itu. Alice bukan hanya harus menghadapi jutaan zombie kelaparan di sepanjang perjalanannya, tapi dia juga harus bersiap menghadapi Dr. Alexander Isaacs (cast: Iain Glen) yang masih memburunya. Belum lagi terdapat kaki tangan Dr. Isaacs yaitu: Albert Wesker (cast: Shawn Roberts) yang mengawasinya dan siap menghadiahi Alice zombie-zombie hasil eksperimen yang harus darah.

Untungnya di tengah perjalanan panjangnya Alice bertemu dengan Abigail (cast: Ruby Rose) beserta beberapa orang lain yang masih bertahan hidup. Mereka bersedia membantu Alice untuk bisa mencapai The Hive tepat waktu dan mendapati bahwa yang menunggu Alice di sana lebih dari pada yang dia harapkan.


Sama seperti kelima pendahulunya, Resident Evil: The Final Chapter masih 'dikuasai' oleh Paul W. S. Anderson yang bukan saja menjadi sutradara (kecuali di film kedua dan ketiga) tapi juga menjadi produser dan penulis naskah. Bukan hanya itu, Paul juga seolah-olah tambah menguasai film ini dengan menempatkan sang istri: Milla Jovovich sebagai pemeran utamanya.

Film yang katanya merupakan seri terakhir dari serial yang awalnya merupakan sebuah game ini masih memiliki deretan panjang 'masih' di daftar saya. Film ini masih memiliki plot yang sama dengan film-film sebelumnya. Dengan konflik yang masih sama, tokoh yang masih sama, antagonis yang masih sama dan bahkan setting yang masih sama juga. Formula yang dimainkan Anderson dalam film keenam ini pun hampir sama persis dengan formula yang dia pakai pada film kelima. Apakah sang sutradara sudah mulai bosan menggali kisah ini dan ingin cepat-cepat menyelesaikan seri ini sampai di sini saja? Entahlah, tapi jika mengingat ending kisah yang sedikit menggantung, bisa saja suatu saat akan ada seri lanjutan dengan embel-embel 'return'.

Herannya, walaupun mendapatkan cukup banyak kritikan, toh film ini masih laris manis di bioskop. Buktinya dalam kurun waktu satu bulan saja film ini sudah menghasilkan keuntungan tiga kali lipat dari budget. Mungkin karena film dengan genre zombie masih tidak terlalu banyak beredar. Dan walaupun menurut saya pribadi kehadiran para zombie dalam film ini masih kalah jika dibandingkan dengan film zombie lain, tapi tetap saja masih sangat menarik untuk ditonton. Belum lagi para penggemar game nya yang akan dengan senang hati menanti kehadiran film ini di bioskop. Dan yang membuat saya sendiri betah menonton film ini adalah adegan aksinya yang konsisten dari awal hingga akhir film. Walaupun masih menggunakan setting dan makhluk-makhluk yang sama, tapi adegan laganya yang seru dan menegangkan masih memberi angin segar.

Saya hanya akan memberikan tiga dari lima bintang untuk film ini dan berharap bahwa tidak akan ada lagi kelanjutannya yang menggunakan pola 'napak tilas' seperti ini lagi.

🌟🌟🌟