Selamat tahun baru 2017!
Let's survive another year!
😊😊😊
Ya ampun saya sudah sangat-amat lama tidak menulis di sini. Dua tahun! Tapi saya senang bahwa ternyata walaupun saya 'tinggalkan' selama dua tahun chart viewers tetap bergejolak.
Jadi, apa yang terjadi selama dua tahun belakangan?
Well, perubahan paling drastis adalah saya yang sudah menjadi seorang ibu. Yup, ini alasan utama saya 'meninggalkan' blog ini untuk sementara waktu. Karena ternyata mengatur waktu antara urusan rumah tangga, pekerjaan, mengasuh (bayi besar dan bayi kecil), menulis, membaca dan (terutama) bersosialisasi dan menyalurkan hobi bukan hal yang mudah.
Tapi dalam masa rehat saya juga menemukan hal-hal baru. Salah satu yang paling menyita perhatian saya belakangan ini adalah menggambar. Secara khusus saya menggambar mandala. Apa itu mandala? Bagaimana cara menggambarnya? Nanti saya bahas di lain kesempatan, yah.
Yang penting, sepertinya saya mulai tertarik mengaktifkan blog saya lagi. Tentu akan ada beberapa perubahan dalam tata letak dan terutama konten yang saya tulis. Tapi jangan pikirkan masalah itu sekarang, biarlah semua berjalan apa adanya saja.
Kalian masih tetap bisa menghubungi saya di beberapa alamat media sosial atau pun e-mail. Oh iya, sekarang saya juga aktif di Instagram, silahkan follow jika memang tertarik di @black_rabbit13 atau @black_rabbit13_gallery untuk karya saya.
Hope we can always stay in touch.
😊😊😊
Selain untuk meraih sejumlah keuntungan,
hampir setiap film dibuat untuk tujuan hiburan. Dengan meningkatnya aktifitas
dan kesibukan hidup seseorang, terutama dikalangan penduduk kota besar,
berdampak dengan tingkat stress yang semakin tinggi dari hari ke hari,
kebutuhan hiburan pun semakin meningkat. Salah satu sarana hiburan yang paling
digemari di seluruh dunia adalah film. Dengan menawarkan berbagai macam
petualangan yang dapat dibagi secara personal kepada setiap penonton, menonton
film bisa disebut sebagai sebuah media hiburan yang paling efektif untuk
menghilangkan penat yang dirasakan akibat kegiatan sehari-hari yang padat dan
monoton.
Bahkan konon katanya film kartun
Popeye The Sailorman yang pertama kali muncul sebagai comic strips di Koran King
Features pada 17 Januari 1929 mampu meningkatkan minat anak-anak pada masa itu
untuk mengkonsumsi bayam sehingga tingkat penjualan sayuran tersebut meningkat
30% lebih pada tahun 1933.
Dan mau tidak mau kita juga harus
mengakui bahwa perkembangan masyarakat pun dapat dilihat dari perkembangan
media-media tersebut. Jadi bisakah kalian bayangkan bagaimana perkembangan masyarakat
kita bila film-film dalam negeri yang dapat kita konsumsi kebanyakan adalah
film-film horror bertema tahayul yang penuh dengan unsure seksual atau
film-film drama komedi ecek-ecek yang hanya menjual paha dan dada? Saya rasa
sudah saatnya penonton Indonesia dapat lebih kritis memilih tontonan yang akan
mereka tonton. Dan hendaknya para sineas di perfilman Indonesia juga dapat
bangkit dan menciptakan film-film berkualitas yang dapat ‘dipelajari’ para
penontonnya, bukan hanya mempertimbangkan sisi keuntungan pihak sineas semata. Jika
memang target pasar mereka adalah para anak-anak bangsa, maka hendaknya para
sineas dapat lebih menanamkan visi dan misi yang lebih positif di setiap karya
mereka tersebut. Bukankah masa depan Negara kita ada di tangan anak-anak bangsa
kita sendiri?
Saya bukan orang yang suka ke
salon atau pun spa. Yah, kebanyakan uang yang saya punya dihabiskan untuk
membeli buku, sih. Tapi begitu mendapatkan undangan dari D’Padjadjaran Spa Bandung untuk menghadiri acara pembukaannya,
saya langsung setuju dan datang bersama dengan teman-teman Blogger yang lain
seperti Bang Aswi (@bangaswi), Mbak Nchie (@nchiehanie1), Mbah Alaika
(@alaikaabdul), Mbak Evi (@EviSriRezeki), Bang Argun, Bang Edo (@Eduard777)
juga Mbak Angela Devina dari Looxperiments (@looxperiment). Dan saya memang
tidak menyesal sama sekali karena ternyata D’Padjadjaran Spa Sundanese Spa and Reflexology yang
terletak di salah satu mall besar di kota Bandung ini memang sangat
menyenangkan untuk dikunjungi.
Dekorasinya pun menarik.
Suasananya sengaja didesain dengan penerangan yang tidak terlalu terang
sehingga meninggalkan kesan remang-remang yang nyaman dan menenangkan. Penggunaan
lantai batu dengan dinding bilik yang terbuat dari anyaman bambu, juga berbagai
ornament dan tanaman bambu ramping yang juga digunakan sebagai pembatas ruangan
membuat kita seolah menyatu dengan alam. Tempat ini juga mengenakan fasilitas
dan berbagai furniture yang minimalis tapi elegan. Kimono, celana pendek dan
sandalnya pun terbuat dari kain batik yang selalu baru sehingga terasa bersih
dan nyaman dipakai. Para abdi dalem tadi berpakaian serba kebaya/sarung dan
batik yang bersikap sangat ramah, membuat para pengunjung semakin betah saja.
Tapi ramuan yang digunakan bukan
hanya ramuan tradisional saja. Jika kalian tidak terlalu suka menggunakan
ramuan jamu-jamuan yang memancarkan bau yang khas itu, kalian bisa memilih
menggunakan coklat seperti pada fasilitas Siram Langgeng Arum, green tea pada
fasilitas Siram Tepis Wiring, buah-buahan pada fasilitas Siram Endah Raga atau
pun susu pada fasilitas Siram Weningsari. Atau kalian tidak punya banyak waktu
untuk melakukan spa? Pelayanan MassageSpa dan Reflexology yang ditawarkan di sini juga sangat beragam dan
menarik.
Tidak diragukan lagi, saya dan D’Padjadjaran
Spa ini bisa jadi sahabat yang sangat baik. Bagaimana tidak? Setelah pengalaman
pertama yang sangat menyenangkan ini, saya tidak akan keberatan untuk datang
dan menikmati fasilitas Spa atau Massage lagi di sini. Lagi pula tidak ada
batasan umur atau pantangan lain agar bisa mendapatkan fasilitas di sini.
Bahkan ibu hamil pun diperbolehkan walaupun tidak dianjurkan untuk ibu yang
sedang hamil muda dan tidak disarankan mengambil fasilitas Yoga Massage. Tapi
jangan kecewa, masih ada begitu banyak fasilitas Spa dan Massage lain yang bisa
dipilih. Lagi pula, D’Padjadjaran Spa ini terdapat di salah satu mall terkenal
di Bandung, jadi kalian bisa datang bersama dengan anggota keluarga dan
melakukan Spa atau Massage bersama. Atau kalian juga bisa memanjakan diri di
sini sendirian sementara anggota keluarga yang lain bisa berjalan-jalan di mall
yang menyenangkan ini, kan?