Tampilkan postingan dengan label questions book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label questions book. Tampilkan semua postingan

Questions Book ( page 66 )


Ada saat di mana aku begitu ingin menghambur ke pelukanmu
Berteduh di sana dengan nyaman
Di tempat yang kau sebut sebagai tempatku berlindung
Aku yakin ada rasa aman di sana
Ada rasa nyaman yang bisa aku dapatkan
Tempat kedua di bumi di mana aku bisa merasakan semua itu
Ada saatnya aku ingin melupakan ketidaksanggupan yang melingkupi kita
Ketidakberdayaan yang diam-diam membuatku lemah
Membuat setengah hatiku lumpuh
Kau ingat dengan bayangan kita yang saling melepas rindu itu?
Kau ingat rasa menggebu-gebu itu?
Aku yakin kau ingat
Sebagaimana aku bisa mengingat dengan jelas kata-katamu waktu itu
“Sayang tak selamanya harus memiliki”
Tapi aku yakin sayang itu masih terasa manis
Tak akan pernah hilang
Seperti pancaran binar matamu yang masih sama
Tak peduli apakah setengah hatiku telah membatu atas nama orang lain
Perasaan itu akan tetap sama
Entah sampai kapan.

130513 ~Black Rabbit~

QUESTIONS BOOK ( PAGE 65 )


Jika soulmate benar-benar ada
Jika tulang rusuk yang hilang benar-benar harus dicari
Jika belahan jiwa benar-benar butuh disatukan kembali
Tak kan ada keraguan
Tak perlu ku cari ke ujung dunia
Karena apa yang aku butuhkan ada disampingku
Telah direncanakan Tuhan sejak aku terlahir
Khusus untukku
Jadi yang ingin aku lakukan saat ini hanyalah berterima kasih
Karena Dia telah menurunkanmu ke dunia.

080112 ~Black Rabbit~

QUESTIONS BOOK ( page 63 )


Aku ingin kau berubah pikiran
Aku ingin kau berbalik
Dan mengatakan bahwa kau menyerah
Bahwa kau tidak sanggup
Rasa itu terlalu menyiksa
Sesak itu sungguh menyakitkan
Kau tak mampu lagi melawannya
Aku ingin kau mengakui
Bahwa kau butuh aku
Bahwa selama ini kau salah memutuskan
Aku ingin kau mengatakan
Bahwa kau tidak siap
Tenang, sayang
Aku akan ada di sini
Menerima keadaanmu apa adanya
Selalu menunggumu dengan setia
Walau kau coba mengesampingkanku
Menganggapku tidak ada
Atau bahkan tak menyadari keberadaanku
Aku di sini.

060612 ~Black Rabbit~

Questions Book ( page 62 )


Lagi
Perasaan itu datang lagi
Dengan begitu kuatnya
Dengan begitu mengebu
Semua hanya dihantarkan oleh sebuah pertemuan
Seolah mata kita dapat saling berbicara
Dan tubuh saling menyambut dan memeluk
Berusaha menumpahkan segala kerinduan
Yang baru terasa setelah benar-benar bertemu
Tapi kenyataannya berbeda
Kau di sana
Aku di sini
Terpisah jarak
Dengan kedua tangan seolah terbelenggu
Dan hati yang berjuang sekuat tenaga
Untuk menepis keinginan berlari ke arahmu
Padahal apalah arti jarak itu
Jika hanya dengan satu langkah dapat terhapus
Tapi jarak itu terhalang tembok tebal
Yang tak kasat mata tapi kokoh tak tertembus
Yang menghancurkannya berarti menghancurkan aku, menghancurkan kita
Jadi ku biarkan bayangan kita melebur
Bersatu seolah raga kita benar-benar menyatu
Melepas rindu seolah mereguk kebahagiaan sejati
Biarkan mereka…
Dua bayangan melepas rindu.

060112 ~Black Rabbit~

Questions Book ( Page 61 )


Kalau saja hidup bisa begitu sederhana
Tanpa tuntutan
Tanpa rintangan
Tanpa halangan
Aku yakin akan bisa melaluinya dengan lebih baik
Tidak seperti ini
Aku harus membunuh agar bisa hidup
Aku harus menyerang agar bisa bertahan
Aku harus berdosa agar bisa menjadi malaikat
Aku tidak tahu jika hidup serumit ini
Mengapa menjadi baik tenyata mustahil
Melakukan kebaikan seolah menjadi tantangan tersendiri
Seolah menjadi malaikat hanyalah mimpi kosong anak kecil
Dan Lucifer barulah seorang penyelamat
Apa jadinya dunia ini?
Jika niat baik malah ditertawakan
Dan keegoisan di agung-agungkan
Akankah ada masa depan yang lebih baik?
Jika bernapas saja sulit
Dan menjadi diri sendiri adalah aib
Aku ingin memberontak
Tapi bahkan sebelum berteriak, mulutku telah dibungkam
Oleh sesuatu yang disebut kekuasaan
Aku ingin berteriak pada dunia
Tapi bahkan sebelum berhasil, mereka telah menutup telinga rapat-rapat
Dengan sesuatu yang disebut diskriminasi
Aku ingin berlari, menjauhi segalanya
Tapi bahkan sebelum bergerak, kakiku telah dibelenggu
Oleh sesuatu yang disebut kewajiban
Dan coba lihat
Ketika aku ingin menuntut apa yang telah menjadi hakku
Mereka kembali mematahkan segala usaha bahkan sebelum aku memulainya
Dengan sesuatu yang dengan kejamnya mereka sebut sebagai takdir
Aku ingin memaki
Persetan dengan semua itu
Masa bodoh dengan segalanya
Aku hanya terus mencoba untuk hidup
Yang aku lakukan selama ini hanyalah mencoba bertahan hidup
Dan mencoba menggali sedikit rasa dihargai
Itu saja.

281111 ~Black Rabbit~

Questions Book ( page 59 )


Ternyata kita memang berbeda
Bukan karena jenis kelamin
Tak peduli asal usul keluarga atau pun latar belakang budaya
Aku dan kamu memang tidak sama
Aku baru saja menyadarinya, sesaat jurang kita terasa melebar tanpa batas
Tapi bukankah kita memang berbeda?
Tidak ada satu orang pun yang sama
Bahkan saudara kembar pun tidak pernah sama, tidak peduli se-identik apa mereka
Jadi untuk apa mempersoalkan semua perbedaan itu?
Untuk apa mempertanyakan sesuatu yang sudah jelas tidak akan kita temukan jawabannya?
Cara pikir kita berbeda
Kau bisa berpikir ke kiri, sedangkan aku ke samping
Kau bisa berpikir ke kanan, sedangkan aku ke belakang
Kau bisa berpikir ke depan, sedangkan aku memutar
Tapi apalah artinya semua itu?
Toh pasangan paling serasi pun tidak akan bisa selamanya hidup rukun
Justru dengan perbedaan kita dapat saling mengerti
Justru dengan perbedaan kita dapat saling menghormati
Sudahlah, mempertanyakan semua itu hanya akan membuat jurang itu kembali menganga lebar
Membuatku melihatmu sebagai seorang musuh, bukan sahabat yang selama ini aku banggakan
Oh tidak, selama ini aku sudah berusaha untuk tidak memikirkan semua itu
Memusuhimu seolah menyesakkan dada
Membelakangimu seolah melukai tangan kananku sendiri
Meragukan kedudukanmu di dalam hatiku seolah membunuh sebagian dari diriku sendiri
Untuk apa aku perlu melakukan semua itu?
Membunuh diriku sendiri?
Membuat tubuhku cacat dengan tanganku sendiri?
Aku tidak mau menjadi orang cacat
Aku tidak mau melubangi hatiku dengan semua perbedaan itu
Jadi sudahlah
Lupakan semua perbedaan itu
Biarkan aku menjalani keyakinanku sendiri
Dan kau mengarungi kapal kehidupan dengan arus yang kau pilih sendiri
Karena semua itu hanya akan membawa kita kepada satu tujuan yang sama
Hanya jalan dan cara kita saja yang berbeda
Dan itu tidak bisa dikompromi
Jadi, ayo kembali seperti sebelumnya lagi
Jadi, ayo ulurkan jembatan yang dapat menyempitkan lebarnya jurang yang tadi aku rasakan
Seperti yang selama ini kita lakukan
Seperti yang selama ini kita nikmati
Selama ini semuanya terasa nikmat, bukan?
Hubungan kita, persahabatan kita, 'kisah cinta' kita yang unik itu
Jadi, untuk apa harus dipertanyakan lagi?

 

110811 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 56 )


Tolong
Jangan panggil aku hanya untuk mendengar keluh kesahmu
Jangan ingat aku hanya saat kau sendu
Aku tak ingin melihatmu menangis
Aku benci dengan raut sedih di wajahmu
Tak seharusnya raut itu ada di sana
Itu tabu, itu hina
Dimana aku saat kau senang?
Kau melupakanku saat itu juga
Dan jangan hina aku saat aku berusaha menyadarkanmu
Jangan hakimi aku sebagai tak berperasaan saat aku menunjukkan kelelahanku
Bukankah itulah tugasku?
Mengingatkanmu saat kau salah
Menjadi logikamu saat kau terjembab di kubangan mekankolis
Menjadi bagian dari dirimu yang tetap sadar saat kau hilang kendali
Bukankah itulah gunanya seorang teman yang baik?
Tidak menghardikmu walau aku muak dengan rengek tangismu
Tidak menutup telinga saat kau memanggil namaku
Tidak pura-pura buta saat kau menuliskan namaku penuh permintaan tolong
Tapi hei, aku pun bisa merasa muak
Aku pun bisa merasa bosan
Dan pernahkah kau merasa begitu ingin mendengar orang berteriak kata lain selain 'tolong'?

 

170411 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 55 )


Jangan paksa aku
Permintaanmu hanya akan melukai dirimu sendiri
Biarkan aku berjuang untuk mempertahankan keinginanku untuk menjadi baik
Aku hanya tidak ingin mengecewakan diriku sendiri
Dan yang penting, aku tidak ingin mengecewakanmu
Aku ingin kau buta dengan kelemahanku
Aku ingin kau gelap dengan jahatku
Aku ingin kau tuli dengan kenyataan betapa cerewetnya aku sebenarnya
Karena semua itu hanya akan membuatku menyesal
Membuatmu tersadar dan aku kehilangan semuanya
Sadarkah kau?
Bisakah kau melakukannya?

 

020411 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 52 )


Aku tidak bahagia
Kenapa?
Bukankah hari ini seharusnya aku berbahagia?
Ini adalah hari bahagia kita, sudah sepantasnya kita berbahagia
Tapi kenyataannya tidak
Aku tidak pernah bahagia
Setiap kali keinginan untuk berbahagia itu datang ada saja yang membuat kebahagiaan itu lenyap
Hilang entah kemana
Sehingga meninggalkan air mata di pipi
Oh, ayolah…
Ini adalah peringatan kita berdua
Hari yang tidak akan pernah bisa kita alami lagi
Tidak akan ada lagi hari peringatan berangka sepuluh lagi seperti hari ini
Jadi, bisakah kali ini aku berbahagia?
Jangan hancurkan kebahagiaan yang ingin aku rasakan kali ini
Tolong biarkan aku merasakan kebahagiaan murni tanpa syarat
Bisakah kau mengabulkannya?
Jangan buat aku merasa menjadi orang paling menderita di muka bumi ini
Aku tidak minta terlalu banyak
Aku hanya ingin berbahagia
Bahagia
Satu kata, tapi untuk mendapatkannya aku harus berusaha sekuat tenaga
Dan juga berlinangan air mata
Yah, dari dulu beginilah nasibku
Aku ditakdirkan untuk selalu berjuang
Bahkan hanya untuk sekedar meminta kebahagiaan dari seseorang yang aku kira bisa memberikan kebahagiaan itu kepadaku setiap saat
Ternyata aku salah
Aku tidak bahagia

 

121110 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 51 )


Ini hari bahagiamu, sudah sepatutnya kau tertawa lepas
Merasa melayang menuju langit kebahagiaan
Manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya
Tak kan ada lagi hari yang sama seperti ini lagi
Maka bahagiakanlah dirimu
Lakukan sesuatu untuk melambungkan jiwamu
Tersenyumlah
Seperti apa yang ingin sekali aku lakukan
Aku ingin memberimu kebahagiaan
Aku ingin melihatmu tertawa, lepas tanpa beban
Percayalah, kau akan tampak jauh lebih ganteng jika tertawa
Coba saja, kau sendiri akan terkejut melihat hasilnya
Sama seperti aku yang terkejut dengan pikiranku sendiri
Kenapa aku ingin melakukan semua itu?
Apa artinya bagiku?
Apa untungnya?
Aku hanya mendapati kepuasan
Aku hanya ingin kau tahu bahwa ada aku
Aku yang ingin membahagiakanmu
Aku yang ingin mematri namaku di dalam otakmu
Ada aku yang manja, cerewet, merepotkan
Yang juga peduli denganmu
Lebih dari yang kau bayangkan
Selamat berbahagia

 

091009 ~ Black Rabbit ~

 

Questions Book ( page 50 )


Bagaimana aku harus memilih?
Jika ke satu adalah hidupku
Penentu nasibku
Bagaimana aku harus memilih?
Jika kedua adalah napasku
Penentu hidupku
Bagaimana aku harus memilih?
Jika ke tiga adalah jantungku
Penentu napasku
Bagaimana aku harus memilih?
Jika ke empat adalah nasibku
Penentu masa depanku
Bagaimana aku harus menentukan?
Jika semua membangkitkanku
Seperti jiwa yang telah lama tertidur pulas
Bagaimana aku harus menentukan?
Jika semua menghidupkanku
Seperti darah yang mengalir di tubuhku
Bagaimana aku harus menentukan?
Jika semua menggembirakanku
Seperti hadiah yang selama ini aku inginkan
Bagaimana caranya menjawab?
Jika semua hal menggiurkanku
Lebih nikmat dari semua makanan di dunia
Bagaimana caranya menjawab?
Jika segalanya adalah keputusanku
Lebih menyenangkan dari semua keputusan lain
Bagaimana caranya menjawab?
Jika akhirnya semua tak bisa kulepas
Lebih karena keegoisanku
Bagaimana pendapatmu?
Jika aku ingin menjalani semuanya
Tanpa perlu merasa menyesali apa pun
Bagaimana pendapatmu?
Jika aku ingin meraup semuanya
Tanpa perlu merasa kehilangan kesempatan
Bagaimana pendapatmu?
Jika aku ingin keegoisanku merajai segalanya
Tanpa perlu merasa kecewa
Bagaimana?

 

071208 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 49 )


Ada yang bisa bantuin aku nggak?
Hatiku lagi sendu nih
Rasanya ada semacam syndrome mematikan yang merenggut kebahagiaan
Merampas kerinduan tersembunyi yang selama ini bertengger manis di tempatnya
Syndrome itu tahu benar bagaimana mengingatkanku tentang sebuah warna yang hilang di puzzle hatiku
Bagaimana ini?
Rasanya aku ingin menjerit
Aku ingin berteriak agar dia tahu kalau aku sedang memanggilnya
Mungkin ini yang namanya rindu
Ini yang namanya syndrome cinta
Cinta yang salah atau benar
Cinta itu tidak tahu dan tidak mau tahu
Cinta hanya tahu bagaimana merasa
Cinta hanya tahu bagaimana merindu
Hanya saja bumbu cinta itu yang membuat rasa pedih
Membuat rasa gundah menyeruak ke permukaan dan membuatku ingin berteriak
Syndrome itu membuatku gila
Cinta itu juga yang membuatku gila
Aku harus bagaimana?
Aku lupa pengobatannya
Gawat, aku bakal mati kalau begini terus!

 

010806 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 48 )


Ya ampun…
Aku lelah, kalian tahu tidak?
Aku lelah menghadapi kalian
Yang terlalu egois dan tidak bisa mengontrol diri
Aku lelah mendengar permasalahan kalian
Yang hanya di dasari hal sepele tapi tak ragu menghancurkan semuanya
Aku lelah melihat pertengkaran kalian
Yang seolah tiada akhir dan membuat kalian terlihat seperti sekelompok anak TK
Aku lelah menyikapi semua itu
Yang terus berulang seolah kalian sama sekali tidak malu karena selalu jatuh pada lubang yang sama berulang-ulang
Aku lelah, aku capek
Bisakah kalian berhenti?
Kalian saling membutuhkan
Bisakah kalian menyingkirkan kemelut ego yang memuakkan itu dan saling mengerti?
Kalian adalah saudara
Bisakah kalian saling membantu, menolong yang sedang susah agar kalian bisa memperbaiki masa depan kalian sendiri?
Kalian sama-sama sudah dewasa
Bisakan kalian lebih saling terbuka, saling mengerti dan saling menyayangi?
Aku bukanlah wonder woman
Aku tidak bisa menyelesaikan segala masalah
Aku hanya memiliki dua buah tangan
Aku hanya punya satu otak
Aku tidak bisa membantu jika saat aku mencoba untuk melakukan itu kalian malah menganggapku tidak tahu diri
Aku lelah, aku capek
Permasalahanku sendiri sudah banyak
Otakku sudah penuh
Aku muak
Tolong, urus saja masalah kalian sendiri
Selesaikan sendiri
Kalian sudah dewasa, kalian bahkan sudah tua, demi Tuhan!
Tolong beri aku sedikit ketenangan untuk menata hidupku sendiri
Kalian sendiri yang memintaku untuk menjadi seorang wanita
Kalian sendiri yang memintaku menjadi dewasa
Tapi kalian sendiri yang menghalangi usahaku
Tolong, jangan minta pendapatku lagi
Aku sudah sangat kesal, bahkan hanya dengan mengingatnya sebentar
Aku butuh waktu untuk diriku sendiri
Aku lelah, aku capek

 

041210 ~ Black Rabbit ~

 

Questions Book ( Page 46 )


Hidupku adalah perjuangan
Setiap tarikan napasku mengorbankan begitu banyak hal
Jika aku ingin bahagia
Maka aku harus mengorbankan sesuatu lebih dulu
Tampaknya itulah takdirku
Tak bisa aku hindari
Percuma saja berlari
Lantas bagaimana?
Haruskah aku tetap terus melangkah?
Sanggupkah aku mengorbankan begitu banyak hal?
Hanya demi setitik kebahagiaan?
Rodaku sedang berputar ke bawah
Aku terpuruk
Aku terinjak-injak
Aku nelangsa
Aku tidak kuat
Aku lelah
Aku takut
Aku ingin berteriak
Aku ingin kabur

 

281010 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 44 )


Ada kalanya wanita hanyalah makhluk paling cerewet
Tapi ada kalanya juga laki-laki hanyalah seorang bayi berkumis
Menangis memang memalukan
Mengeluh bahkan tiada guna
Tapi bahkan seorang ksatria pun berhak untuk menangis
Tidak ada salahnya menangis
Tak mengapa berkeluh kesah
Toh manusia tanpa daya
Tak bisa menghindar takdir diri
Tak sanggup menepis masalah
Tenang saja, masalah memang seperti bayangan bagi semua orang
Tak bisa dihindari dan selalu mengikuti
Jadi apa daya berlari tanpa arah
Menahan tangis pun hanya menyesakkan
Kadang obat bagi masalah adalah berbagi
Sehingga ego dapat disingkirkan
Dan wanita menjadi makhluk paling berguna
Kami bisa menjadi kuping … atau bahkan mata.

 
270709 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 43 )


Bingung…
Apa yang harus aku lakukan?
Jalan mana yang harus aku pilih?
Semua tampak begitu berliku
Garis finishnya terlalu berkabut untuk dapat diprediksi
Dan aku terlalu takut untuk menentukan
Seolah penyesalan adalah sebuah aib yang harus aku jauhi di masa depan
Sebegitu penakutnyakah aku?
Sebegitu inginnya aku memutuskan hal paling benar untuk hidupku
Tapi apa yang benar untukku?
Yang mana?
Ya ampun, tolong…
Aku bingung…

 
140609 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 41 )


Kejut itu datang dengan begitu tiba-tiba
Menyesakkan, memualkan, melemahkanku
Menghilangkan akal sehat, memuaskan harapan
Untuk apa ada cobaan jika yang kurasa adalah kelemahan?
Kekuatan yang seharusnya tercipta malah hilang tanpa sempat kurasa
Kenapa harapanku tiba-tiba kosong?
Apakah menjadi sesorang yang jauh lebih baik tidak cukup mampu didapatkan dari semuanya?
Ataukah keinginanku terlalu tinggi dan harapanku terlalu sulit?
Atau emosiku yang malah mempermainkanku terlalu jauh?
Apa dayaku menanganinya?
Emosi itu menguasaiku sedemikian rupa
Khawatirku membius dan menghipnotis
Perasaanku terlampau otoriter
Apa itu semua salah?
Tak pernah aku merasa sebenar ini
Tapi untukmu itu terlalu mengganggu, kan?
Mengikat terlalu kuat dan mengkungkung tanpa pamit
Tapi apalah dayaku
Cinta adalah kambing hitamku
Dan dengan senjata itu yang kutodongkan, semua hal terlihat benar
Karena selain itu apa lagi hal benar lain yang bisa aku lakukan?
Apakah aku benar-benar tidak bisa melakukan bahkan secuil hal benar dan baik di dunia ini?
Jadi apa patokannya?
Dimana dasarnya?
Semua hal membingungkanku
Benar dan salah tak tau lagi ada di mana
Apakah saat ini kanan masih tetap benar sedangkan kiri selalu salah?
Apakah negative selalu jelek dan positif adalah bagus?
Sungguh, pikiranku kacau
Otakku selalu mengacaukanku tiap saat aku membutuhkan pertimbangan hal baik
Dan saat itu tiba, diriku adalah penghianat terbesarku.

 
280309 ~ Black Rabbit ~

Ny. Lars – Part 3 -


Black Rabbit
" NY. LARS "
- Part 3 -

 
… Episode sebelumnya …
Walaupun Lars dan Jenny adalah bos dan anak buah, tapi di luar urusan pekerjaan mereka seperti sahabat. Tapi berapa lama Jenny bisa memendam perasaannya? Apalagi saat mengetahui jika Lars ternyata termasuk salah satu pria playboy yang memuja wanita? …

 
Lars benar-benar menceritakan apa yang dialaminya kemarin malam kepada Jenny. Bagaimana dia bertemu wanita itu, berkenalan dan merasa cocok. Untung saja Lars tidak menceritakan peristiwa diatas ranjang dengan wanita itu secara detail. Mendengar acara pendekatan dan perkenalan mereka saja sudah membuat hati Jenny ketar-ketir, apalagi kalau dia mendengar cerita intim itu, mungkin Jenny akan langsung pingsan seketika, atau berteriak karena panik dan jadi gila. Tapi untunglah itu tidak terjadi. Lars cukup bijak dengan hanya menceritakan garis besar kronologi kejadian dengan tidak menyinggung kejadian di atas ranjang sehingga Jenny bisa dengan bijak juga menanggapi ceritanya.

 
" Damn! Ternyata tuh cewek matre juga! An***ng! " Kata Lars menutup penjelasannya sambil menyentakkan tuas alat berat yang ditariknya sedari tadi. Jenny sudah tidak asing dengan kata-kata kasar yang sering dilontarkan Lars, Lars memang sering kali tidak bisa mengontrol emosinya kalau menyangkut kekecewaan atau merasa tertipu. Tapi Jenny menganggapnya sebagai kemakluman seorang sahabat. Kaum laki-laki kan biasanya agak segan berbicara kasar di depan wanita, hanya dengan sahabat-sahabatnya saja kaum laki-laki bisa berkata paling kasar sekalipun. Tapi di depan Jenny Lars sering berkata kasar, dan itu berarti Lars menganggapnya sahabat. Lars memang pernah berkata kalau dia menganggap Jenny sebagai sahabat paling karibnya saat ini. Dan Jenny tersanjung sekaligus senang, jujur saja.

 
" Bukan matre kali... Mungkin dia bener-bener mikirin mobil lo. Lagian mana mungkin dia ngelewatin cowok ganteng yang pake mobil Mercy kayak lo. Buta kali tuh cewek! " Tanggap Jenny sambil terus berlari di track mengenakan celana training putih bergaris hitam dengan baju olah raga berwarna biru yang memperlihatkan perutnya yang kecil dan kencang.

 
" Nggak tau lah! Yang jelas, gua paling benci sama cewek matre! Masa nggak ada cewek yang bener-bener suka sama gua dengan setulus hati di dunia ini? Kayak lo, gitu. Lo nggak mentingin mobil gua kan? "

 
Jenny berhenti beberapa saat, melirik ke arah Lars yang masih asik menarik tuas alat beratnya, lalu berlari lagi. Sebenarnya Jenny hanya ingin memperjelas apa yang didengarnya tadi. Apa tadi Lars memujinya? Mengatakan kalau dia bukan seperti cewek-cewek lain? Buru-buru ditenangkan hatinya yang mulai berdebar-debar, lalu menjawab dengan sedatar mungkin agar Lars tidak melihat hatinya yang gembira itu.

 
" Buat apa gua mentingin mobil lo? Nggak ada yang lebih penting dari itu? "

 
Lars tersenyum penuh kemenangan dan berhenti menarik alat tuasnya. Dia menyeringai lalu meraih handuk yang dililit disekeliling lehernya, mengelap keringatnya lalu berkata: " See? Udah gua bilang, lo tuh cewek baik-baik. "

 
Kalau mau jujur, Jenny merasa benar-benar tersanjung dengan segala pujian yang dikatakan Lars sedari tadi. Kalau saja Lars adalah pacarnya, maka saat ini Jenny pasti sudah menarik Lars kepelukannya dan menciumnya. Lalu Jenny akan mengatakan kalau dia sangat mencintai Lars sepenuh hatinya. Tapi kenyataannya, Lars hanyalah bosnya yang sangat baik sedangkan Jenny hanya asisen kepercayaannya. Jadi Jenny hanya bisa merasakan wajahnya yang panas dan saat ini pasti sudah berwarna merah semerah tomat matang yang hampir busuk.

 
Tapi tiba-tiba Lars menanyakan sesuatu yang membuat wajah merahnya berubah menjadi pucat dengan sangat cepat. Dalam sekejap kegembiraan yang dirasakannya berubah menjadi kepanikan mencari dalih yang tepat untuk menutup kebohongannya.

 
" Gimana hubungan lo sama cowok lo? Kalian masih bareng kan? Kok gua nggak pernah ngeliat lo jalan sama dia? Dia nggak pernah sekali pun ngejemput lo? " Hanya serangkaian pertanyaan ini yang ditanyakan Lars, tapi mampu dengan sangat ampuh membuat Jenny panik, boleh ditambah dengan embel-embel 'setengah mati' sebagai pelengkap kalau mau.

 
Sebenarnya Jenny tidak suka berbohong, apalagi berbohong kepada Lars. Kalau dia tidak benar-benar dalam keadaan terpaksa, Jenny tidak pernah berpikir akan berbohong kepada Lars. Tapi kebohongan yang satu ini, mau tidak mau harus diteruskan. Satu-satunya kebohongan yang harus ditutupi dengan kebohongan lain karena sampai sekarang Jenny tidak bisa menemukan jalan keluar yang tepat untuk bisa menuntaskannya. Untuk pertanyaan diatas, Jenny hanya bisa menjawab panjang. " Ba...ik. "

 
" Nggak pernah ngejemput lo? " Lars sengaja mengulang pertanyaan terakhirnya ini. Jenny hanya menggeleng. " Nggak, dia nggak bisa. Sibuk. "

 
" Tapi dia nggak marah kan kalo lo suka jalan sama gua? "

 
Jenny buru-buru menggeleng. " Nggak kok, dia nggak bakal marah. " Untunglah setelah tersenyum menanggapi gelengan paniknya Jenny, Lars melirik jam tangannya lalu beranjak. Bagi Jenny, ini mengakhiri serangan panik mendadaknya dan memberikan sedikit kesempatan kepadanya untuk bisa bernapas lega.

 
" Ok deh Jen, gua harus pergi. Hari ini gua bakal sibuk dikantor, jadi gua nggak bisa ke bengkel. Gua serahin bengkel sama lo. Ok?! "

 
" Ok deh... Bengkel lo bakal gua rantai supaya nggak lari. " Lars tersenyum lagi mendengar jawaban asal Jenny itu, lalu pergi dengan langkah tegapnya yang biasa, meninggalkan Jenny yang masih tetap memandangi punggung Lars menghilang dibalik pintu gym. Dan tebak apa hal pertama yang dilakukan Jenny setelah yakin Lars sudah menghilang dari jarak pendengarannya? Dia langsung mencari ponselnya. Nama Louise yang dicarinya di daftar nomer telepon ponselnya.

 
" Lou, gua bener-bener harus nyari cowok yang mau jadi pacar gua. "

 
" Hah? Maksud lo apa? "

 
" Lars tadi udah nanya soal cowok gua lagi. "

 
" Mangkanya, dari awal gua bilang juga apa? Lo tuh nggak perlu boong segala. Kalo lo nggak boong, mungkin sekarang lo udah bisa ngedapetin Lars. Dia kan suka sama lo Jen... "

 
" Suka apa? Dia kan suka sama gua hanya sebagai asisennya, Lou! "

 
" So what? Yang penting kan dia suka sama lo. Siapa tau suka nya itu bisa berubah jadi cinta. Berarti lo bisa jadi 'Nyonya Lars'! Ya kan? "

 
Jenny menelan ludahnya dengan susah payah saat mendengar sebutan 'Nyonya Lars' yang diucapkan Louise. Bukan karena takut atau apa, hanya saja sebutan itu adalah cita-citanya selama dua tahun terakhir ini sekaligus hal yang paling tidak meyakinkan yang pernah dia pikir akan benar-benar terjadi.

 
Louise melanjutkan perkataannya setelah dia tidak mendengar Jenny berkata apa-apa karena menelan ludah saja dia sudah sangat susah. " Jen, lo tenang aja deh, gua ada ide bagus nih. Lo mau cari cowok yang rela jadi pacar lo, kan? You'll ge it, girl. "

 
" Caranya? "

 
" Biro jodoh. Lo tinggal kasih nama, ciri-ciri, nomor telepon and it's a rap! Lo tinggal nunggu cowok-cowok ngantri buat jadi pacar lo. "

 
Jenny terkejut mendengar ide konyol Louise itu. Biro jodoh? Yang benar saja! Jenny benar-benar tidak menyangka masih saja ada orang yang mau ikut biro jodoh seperti itu. Itu kan sangat tidak zaman modern! Sekarang kan sudah abad 21, chatting sudah meraja lela tapi masih ada yang namanya biro jodoh di dunia ini? Dan Louise manyarankan Jenny untuk ikut? Itu Louise yang mengatakannya! Pasti salah. Jenny pasti salah dengar.

 
" Lou, tadi lo ngomong apa? Biro jodoh bukan? "

 
" Iya honey, biro jodoh. Disana cari pacar sama kayak nyari supir. Banyak yang mau. Gampangnya kayak main game di handphone. "

 
" Yang gua tau, cowok yang ikut biro jodoh hanya cowok tua yang nggak pernah laku sampai umurnya diatas 35 tahun, belum lagi tampangnya yang umumnya tua banget. Kesimpulannya, gua nggak mau. "

 
" Jenny sayang... Lo percaya nggak sih sama gua? Lo tau gua nggak pernah ngecewain lo kan? "

 
" Dalam hal apa? " Tanya Jenny minta penjelasan. Soalnya, selama ini Louise memang tidak pernah mengecewakannya dalam beberapa hal_terutama dalam hal perapihan alis mata Jenny_ tapi dalam beberapa hal lain, Jenny tidak bisa merasa seyakin ini. Louise mendecak pelan dengan gemas.

 
" Udah deh, Jen. Lo serahin aja semua ditangan gua. Pasti beres. Ok?! "

 
" Tapi Lou—"

 
Klik! Telepon terputus. Jenny menatap ponselnya dengan bingung, lalu mencoba menghubungi Louise lagi. Tapi malah voice mail yang menerimanya kali ini yang berarti ponsel Louise tidak aktif. Kacau! Kutuk Jenny dalam hati.

 
...Bersambung...

Questions Book ( page 40 )


Tarik napas
Hembuskan
Tutup mata
Dan rasakan darah mengalir ke otakmu
Kau kesepian, aku tahu
Emosimu sedang tidak stabil, aku juga tahu
Kemari, peluk saja aku
Sandarkan saja kepalamu di dadaku
Atau menangis saja sekalian
Kadang semua itu memang bisa membuatmu tenang
Kalau begitu lakukan saja
Tidak perlu sungkan
Itu tujuan ku hidup
Itu yang membuatku merasa lebih berarti
Aku hanya ingin kau bahagia
Melihatmu tersenyum sudah cukup bagiku
Melihat binar matamu memberi nafas bagiku
Kau dan aku saling melengkapi, itu sudah pasti
Jadi apa lagi yang perlu diragukan?
Kau bahagia, aku pun bahagia, itu sudah pasti
Jadi apa lagi yang perlu diragukan?
Biarkan saja dunia hancur
Biarkan saja manusia musnah
Tapi kau tetap milikku, hanya untukku
Aku yakini itu

 
150309 ~ Black Rabbit ~

Questions Book ( page 38 )


Ini semua adalah bintang kita
Bukan hati, karena hati kita hanya ada dua
Satu hatimu milikku dan satu hatiku milikmu

 
Ini semua adalah bintang kita
Yang melambangkan semua harapan kita
Yang bertambah dan selalu kita jalani setiap hari

 
Ini semua adalah bintang kita
Dengan segala bentuk, ukuran dan cacatnya
Bagaikan jalinan kita yang berbeda setiap hari

 
Ini semua adalah bintang kita
Yang bersinar dengan terang milik kita sendiri
Dan menyilaukan hati semua orang.

 
010110 ~ Black Rabbit ~